alasan kenapa harus punya asuransi
Insurance

Anda Harus Tahu, Inilah 4 Alasan Utama Kenapa Kita Harus Punya Asuransi

Dalam hidup, kita tidak pernah lepas dari yang namanya ‘risiko’, dimulai dari saat membuka mata ketika bangun pagi hari sampai kita memejamkan mata di malam hari.

Asuransi sendiri erat kaitannya dengan pengalihan risiko, yang mana risiko tersebut bisa saja terjadi dalam hidupnya kita kapan saja.  Pada saat risiko tidak bisa dihindari, maka satu-satunya cara adalah dengan mengendalikan risiko itu sendiri*.  (Sumber : Buku Seri Literasi Keuangan Otoritas jasa Keuangan untuk Perguruan Tinggi – Seri 4 Perasuransian)




Dikarenakan selama 24 jam kita senantiasa diburu dengan yang namanya risiko, maka 4 alasan utama dibawah inilah yang mengharuskan anda untuk memiliki asuransi.

1.Saat anda ‘Tiada’ keluarga yang anda cintai tetap harus ‘Hidup’

alasan kenapa harus punya asuransi
Foto : Pinterest.com

Tidak ada hal yang pasti di dunia ini dan satu-satunya kepastian itu adalah ‘meninggal’ atau habis kontrak kita di dunia.  Meninggal tidak harus tua, bahkan yang muda pun bisa saja mendahului yang lebih tua.

Kepala keluarga/pencari nafkah dengan tanggungan adalah orang yang paling pertama dalam keluarga yang harus memiliki asuransi, sebab jika pencari nafkah meninggal dunia, maka dia harus memastikan bahwa semua biaya hidup seluruh anggota keluarga masih bisa teratasi, biaya untuk kelangsungan pendidikan anak, tagihan listrik, air, telpon , istri harus tetap bisa memasak untuk anggota keluarga, cicilan rumah harus tetap dibayar, cicilan mobil tetap harus dilanjutkan.

2. Risiko  Kecelakaan

alasan kenapa harus punya asuransi
Foto : Pinterest.com

Berdasarkan data Kepolisian RI 2017, bahwa 61% kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia dikarenakan oleh faktor manusia yaitu terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi, 30% disebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan dan 9% nya karena faktor kendaraan yang tidak laik jalan.  Dan kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab ‘kematian’ terbesar ke-2 di Indonesia.

Akan tetapi kecelakaan itu bisa saja terjadi bukan dikarenakan ketidak hati-hatian kita dalam berkendara di jalan raya, melainkan malah orang lain yang menjadi sebab terjadinya kecelakaan tersebut meskipun kita sendiri sudah berhati-hati.  Anda masih ingat peristiwa ‘tugu tani’ beberapa tahun yang silam?  Dimana ada 8 pejalan kaki di trotoar meninggal karena ditabrak mobil xenia yang dikemudikan oleh Apriani Susanti.  Itu artinya resiko kecelakaan bisa saja terjadi dimana saja dan karena siapa saja. Dan korban kecelakaan bisa saja kehilangan nyawanya, atau cacat tetap total yang mengakibatkan si korban tidak bisa bekerja kembali.

 


3. Terdiagnosa Penyakit Kritis

alasan kenapa harus punya asuransi
Foto : Pinterest.com

Ketika terdiagnosa menderita salah satu dari sekian banyak ‘penyakit kritis’ apa yang ada dipikiran kita? Wah, “biayanya pasti mahal banget“.

Yup,… benar sekali, biaya medis untuk penyakit kritis memang mahal, bahkan tidak bisa dipastikan apakah setelah perawatan dirumah sakit si penderita bisa sembuh serta bisa langsung beraktifitas kembali?.  Contoh kasus seperti pada penderita stroke, masih ada proses recovery pasca perawatan di rumah sakit.

Banyak sekali dampak sebagai akibat dari penyakit kritis terutama secara financial buat keluarga, seperti; kehilangan tabungan, aset, bahkan kehilangan penghasilan/pendapatan keluarga, dikarenakan pencari nafkah terdiagnosa menderita penyakit kritis.

Berdasarkan Undang-Undang  Republik Indonesia no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 93, Ayat 3 yang berbunyi sebagai berikut :

Upah yang dibayarkan kepada pekerja/buruh yang sakit sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a sabagai berikut :

  1. Untuk 4(empat) bulan pertama, dibayar 100% dari upah
  2. Untuk 4(empat) bulan kedua, dibayar 75% dari upah
  3. untuk 4(empat) bulan ketiga, dibayar 50% dari upah dan
  4. untuk bulan selanjutnya dibayar 25% dari upah sebelum pemutusan kerja dilakukan oleh pengusaha.

Artinya bagi seorang karyawan yang menderita penyakit kritis berpotensi untuk kehilangan pekerjaan sebagai sumber pendapatan untuk keluarga.

4. Datangnya Masa Pensiun

alasan kenapa harus punya asuransi
Foto : Pinterest.com

Ketika usia 56 tahun rata-rata orang Indonesia sudah ada pada masa pensiun, di masa itu bisa dibilang kita sudah tidak produktif lagi, sudah berhenti bekerja.

Pada masa pensiun, biaya hidup tetap masih harus ada, bahkan bisa jadi bertambah banyak dikarenakan usia yang sudah lanjut bisa saja badan tidak sesehat seperti saat usia masih muda, mungkin penyakit sudah banyak menghampiri sehingga perlu biaya ekstra untuk penunjang kesehatan.

Meskipun mungkin pada saat pensiun anak-anak kita sudah besar dan sudah bekerja, pastinya kita juga tidak menginginkan diusia tua kita malah menjadi beban buat anak cucu.

Alasan-alasan tersebut diatas yang menjadi dasar pertimbangan penting, mengapa kita harus memiliki asuransi.  Lebih cepat anda memilikinya akan lebih baik buat ketenangan hidup anda dan keluarga.

You may also like...

19 Comments

  1. Memang asuransi sangat dibutuhkan dan berperan penting, namun untuk saat ini kesalahpahaman masyarakat dalam menyikapi pentingnya asuransi menjadikan asuransi sebagai suatu beban. Padahal point-point tersebut sudah tergambar betapa pentingnya asuransi.

    1. Ya benar Mba,
      Justru itulah, semoga dengan tulisan saya ini bisa merubah mindset dari pembaca yang tadinya menganggap asuransi sebagai beban menjadi asuransi adalah kebutuhan.

      1. Iya sih, saya akui, alasan yang diulas masuk akal semua. Tapi, saya mungkin yang masih terlalu kolot pemikirannya. Masih belum bisa menerima asuransi sebagai solusi.

        1. Saya faham, Pastinya ada alasan yang melatar-belakangi utk Mba berpendapat spt itu. Feel free saja jika mau konsul
          Perlu saya garis bawahi, seseorang memutuskan untuk memiliki asuransi sebagai salah sayu “solusi” untuk pengendalian resiko dalam hidup itu sifatnya privat dan tdk ada paksaan, menyesuaikan dengan kebutuhan akan asuransi dan budget keluarga, (yg tentunya sdh melalui penghitungan cashflow bulanan.*
          Jadi masing-masing individu tdk akan sama utk kebutuhan asuransi nya.

  2. Niniiing says:

    Wah, baru kemarin aku ditawarin untuk ikut asuransi. Sudah lama ingin punya asuransi, cuma sekarang benar-benar lagi mempelajari mana asuransi yang paling baik dan dibutuhkan 🙂

    1. admin says:

      Good ,
      Mumpung masih muda, masih sehat, masih mampu, Mba.

      Sebab ketika salah satu saja syarat tersebut tidak terpenuhi, bisa jadi pengajuan asuransi kita tidak disetujui oleh perusahaan asuransinya.

  3. Iya ya. Kadang itu gak terpikir sebelumnya. Tapi setelah mengetahui alasan ini jadi paham maksud dari asuransi mba. Pengalihan resiko ya. Trims mba

    1. admin says:

      Benar sekali Mba Asfi, asuransi itu adalah pengalihan resiko.
      Sbb kita tdk bisa menghindari resiko, yg akan datang, akan tetapi kita mampu mengendalikan nya salah satu nya adalh dengan asuransi.

  4. Dilihat dari beberapa alasan di atas, ternyata memang penting memiliki asuransi ya, Mbak. Terimakasih informasinya, Mbak.

    1. admin says:

      Yup,..
      Tepat sekali Mba.
      Jadi asuransi bisa jd salah satu instrument yg bisa kita ambil utk pengalihan resiko dlm hidup.

  5. Untunglah sudah dapat asuransi dari perusahaan, jadi tidak perlu khawatir akan risiko yang mungkin terjadi kelak.

    1. admin says:

      Alhamdulillah,…
      Tinggal menghitung GAP yg ada antara proteksi yg sudah dimiliki dan berapa yg harusnya di miliki, cara menghitungnya ada di tulisan saya mengenai, “bagaimana mencapai proteksi optimal” mgkn bisa membantu

  6. Ajeng Ryagita says:

    Yup, masuk di akal semua poinnya, Mbak. Hanya saja, memang belum semua orang bisa menyisihkan pendapatannya untuk asuransi, apalagi kalangan menengah ke bawah. Syukurlah kalau pekerja masih dapat asuransi dari kantor.

    1. admin says:

      Iya bener Mba Ajeng,…
      Jika kita employee maka wajib hukumnya bagi pemberi kerja utk memberikan santunan kesehatan, kecelakaan, kematian dan pensiun bagi karyawannya (sesuai dgn UU ketenagakerjaan), tinggal kita melengkapi kelurangannya saja
      (GAP antara kebutuhan asuransi keluarga dan berapa proteksi yg sdh dimiliki.

      Jd sifatnya saling melengkapi.

  7. Setuju mbak, memiliki perlindungan kesehatan melalui asuransi ibarat menyiapkan payung pada musim kemarau supaya tenang menghadapi musim hujan. Bisa jadi payung akan tidak terpakai karena kebetulan tidak pernah kehujanan. Tapi pada musim hujan kita tidak khawatir karena kita sudah punya payung. Jika tetiba hujan, kita pun bisa lebih tenang karena selama ini sudah menyiapkan payung untuk terlindung dari hujan. Kira-kira begitu, ya mbak?

    1. Ya bener Mba Sita,…
      Saya ambil contoh;
      Memiliki Asuransi Kesehatan bukan berarti kita harus sakit.
      Logikanya, siapa sih yang mau sakit? meskipun gratis/dibayarin oleh asuransi.
      Akan tetapi tidak ada yang bisa menggaransi kita tidak akan sakit.

      Nah, justru karena itulah asuransi sebagai program jaga-jaga, jika kita sakit kita sudah memiliki cover proteksi kesehatan.

  8. Setuju banget, memiliki asuransi memang sangat penting

  9. Amel says:

    hmmm sepertinya saya memang harus lebih memikirkan lagi untuk perlindungan terhadap risiko dengan asuransi ya.

    1. admin says:

      Sedia payung sebelum hujan mba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *